
Pohon Pule: Tanaman Penghijau Kota dengan Segudang Khasiat – Pohon pule merupakan salah satu tanaman penghijau yang cukup populer di berbagai kota di Indonesia. Dengan nama ilmiah Alstonia scholaris, pohon ini dikenal memiliki batang tegak, daun hijau mengilap yang tersusun melingkar, serta tajuk rindang yang mampu memberikan keteduhan maksimal. Tidak heran jika pohon pule sering ditanam di tepi jalan, taman kota, area perkantoran, hingga lingkungan sekolah.
Selain berfungsi sebagai peneduh dan elemen estetika kota, pohon pule juga memiliki nilai ekologis dan manfaat kesehatan yang tidak sedikit. Tanaman ini termasuk jenis pohon yang relatif tahan terhadap polusi dan kondisi lingkungan perkotaan yang keras. Kemampuannya beradaptasi membuat pule menjadi salah satu pilihan utama dalam program penghijauan dan penataan ruang terbuka hijau.
Di balik tampilannya yang sederhana, pohon pule menyimpan beragam khasiat, baik dari segi lingkungan maupun pengobatan tradisional. Keberadaannya bukan sekadar pelengkap lanskap, tetapi juga bagian penting dari upaya menciptakan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Peran Pohon Pule dalam Penghijauan dan Lingkungan Perkotaan
Di tengah meningkatnya polusi udara dan suhu panas di kawasan perkotaan, keberadaan pohon rindang seperti pule menjadi sangat penting. Tajuknya yang lebar dan rapat mampu menyerap karbon dioksida serta menghasilkan oksigen dalam jumlah yang cukup signifikan. Proses fotosintesis yang berlangsung secara optimal pada daun-daunnya membantu memperbaiki kualitas udara.
Selain menyerap polutan, pohon pule juga berperan dalam menurunkan suhu lingkungan sekitar. Efek peneduhan dari tajuknya dapat mengurangi paparan sinar matahari langsung ke permukaan tanah dan bangunan. Hal ini membantu mengurangi fenomena urban heat island atau peningkatan suhu di area perkotaan akibat dominasi beton dan aspal.
Akar pohon pule yang kuat juga membantu menjaga struktur tanah agar tidak mudah tererosi. Di beberapa wilayah, penanaman pule dilakukan sebagai bagian dari upaya konservasi tanah dan air. Sistem perakarannya mampu menyerap air hujan dengan baik, sehingga membantu mengurangi risiko genangan dan banjir.
Dari sisi estetika, pohon pule memiliki bentuk yang simetris dan elegan. Batangnya tumbuh lurus dengan percabangan yang teratur, menciptakan kesan rapi dan terawat. Bunga pule yang kecil berwarna putih kehijauan juga memiliki aroma khas, terutama saat mekar di malam hari. Meski aromanya cukup kuat, banyak orang menganggapnya sebagai ciri unik yang menambah karakter pohon ini.
Keunggulan lain dari pohon pule adalah daya tahannya terhadap kondisi ekstrem. Tanaman ini mampu tumbuh di tanah dengan tingkat kesuburan sedang hingga rendah, serta tahan terhadap paparan sinar matahari penuh. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk ditanam di median jalan atau kawasan dengan perawatan terbatas.
Program penghijauan kota yang melibatkan pohon pule juga memberikan manfaat jangka panjang. Semakin banyak ruang terbuka hijau, semakin baik pula kualitas hidup masyarakat. Udara yang lebih bersih, suhu yang lebih sejuk, dan lingkungan yang asri dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus kesehatan warga kota.
Khasiat Pohon Pule dalam Pengobatan Tradisional
Selain manfaat ekologisnya, pohon pule telah lama dikenal dalam dunia pengobatan tradisional. Berbagai bagian tanaman ini, terutama kulit batang dan daunnya, dipercaya memiliki khasiat untuk membantu mengatasi sejumlah gangguan kesehatan.
Kulit batang pule sering dimanfaatkan sebagai bahan ramuan herbal. Dalam pengobatan tradisional, ekstrak kulit pule digunakan untuk membantu meredakan demam, malaria, hingga gangguan pencernaan. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid dan zat pahit di dalamnya diyakini memiliki sifat antipiretik dan antimikroba.
Daun pule juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan obat luar. Beberapa masyarakat menggunakan rebusan daun pule untuk membantu mengatasi luka ringan atau iritasi kulit. Meski demikian, penggunaan tanaman ini sebagai obat sebaiknya tetap dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan pengetahuan yang memadai.
Di beberapa daerah, pohon pule bahkan memiliki nilai budaya dan spiritual. Kayunya yang ringan tetapi cukup kuat sering digunakan untuk bahan kerajinan atau perlengkapan tertentu. Ada pula kepercayaan lokal yang menganggap pohon pule sebagai tanaman yang memiliki aura khusus, sehingga sering ditanam di area tertentu sebagai simbol perlindungan.
Namun, penting untuk diingat bahwa pemanfaatan pohon pule sebagai obat tradisional perlu didukung penelitian ilmiah yang lebih mendalam. Meski telah digunakan secara turun-temurun, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan sebelum menggunakannya sebagai alternatif pengobatan.
Di sisi lain, nilai ekonomi pohon pule juga patut diperhitungkan. Kayunya yang relatif mudah diolah membuatnya diminati untuk berbagai keperluan, mulai dari papan ringan hingga bahan kerajinan. Hal ini membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama dalam sektor perkebunan dan industri kayu skala kecil.
Dengan berbagai khasiat dan manfaat tersebut, pohon pule menjadi tanaman multifungsi yang tidak hanya memperindah kota, tetapi juga memberikan nilai tambah dari segi kesehatan dan ekonomi.
Keberadaan pohon pule di tengah lingkungan perkotaan modern menjadi bukti bahwa pembangunan dan kelestarian alam dapat berjalan berdampingan. Penanaman pohon ini tidak hanya mempercantik lanskap, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas udara, keseimbangan ekosistem, serta kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, peran pohon pule dalam program penghijauan kota perlu terus ditingkatkan. Dukungan dari pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat luas sangat penting agar ruang terbuka hijau tetap terjaga dan berkembang. Dengan perencanaan yang tepat, pohon pule dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan lingkungan perkotaan.
Kesimpulan
Pohon pule (Alstonia scholaris) merupakan tanaman penghijau kota yang memiliki segudang manfaat. Selain berperan dalam memperbaiki kualitas udara dan menurunkan suhu lingkungan, pohon ini juga memiliki nilai estetika serta khasiat dalam pengobatan tradisional.
Daya tahannya terhadap kondisi perkotaan membuat pule menjadi pilihan ideal dalam program penghijauan. Dengan pengelolaan yang baik dan pemanfaatan yang bijak, pohon pule dapat terus memberikan manfaat ekologis, kesehatan, dan ekonomi bagi masyarakat.